Atasi Krisis, Investor Bangun PLTU Raksasa

pltu borneoGAGASAN pembangunan mega proyek jaringan kabel listrik bawah laut yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Jawa Tengah (Jateng) menjadi angin segar atas kekhawatiran krisis energi listrik. Meski mega proyek ini masih berupa gagasan, Pemprov Jateng dan Kalteng sepakat menjalankan kerjasama ini secepatnya.

Kedua provinsi juga sepakat, karena keterbatasan anggaran pemerintah, mega proyek itu dikerjasamakan dengan pihak swasta.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Kalteng, R Syahrir Tarigan, mengatakan, beberapa group perusahaan swasta yang bergerak di bidang pertambangan dan energi di Kalteng telah menyampaikan niatnya membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) raksasa. Yakni PT Korindo Listrik Kobar dan PT Energia Prima Nusantara.

PT Korindo Listrik Kobar berencana membangun PLTU berkapasitas produksi 2 x 50 megawatt (MW) di Kecamatan Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat pada 2019.
Sedangkan PT Energia Prima Nusantara juga berniat membangun 3 PLTU berkapasitas masing-masing 2 x 15 MW, yaitu di Kapuas pada 2017, 2 x 100MW di Murung Raya pada 2019 dan 2 x 100 MW mulai di Barito Utara 2022 mendatang.

Untuk menindaklanjuti gagasan mega proyek jaringan kabel listrik bawah laut, masing-masing provinsi memiliki pekerjaan rumah dalam penentuan lokasi landing point atau keluar masuk kabel laut Kalteng dan Jateng.

Pemprov Jateng telah menetapkan Kabupaten Jepara menjadi lokasi landing point di wilayahnya. Sementara itu, di Kalteng, Tanjung Selaka Kecamatan Pantai Lunci Kabupaten Sukamara dianggap paling ideal menjadi lokasi landing point.

Alasannya, perkiraan panjang kabel dari tempat tersebut ke Jepara, paling dekat, yakni sepanjang 369 kilometer (km). “Kita harus punya modal (rencana matang) dulu. Untuk besar daya listriknya, itu menyesuaikan kebutuhan. Hal-hal teknis, termasuk biaya, tergantung studi yang dilakukan,” kata R Syahrir Tarigan, seusai rapat koordinasi pembangunan kabel bawah laut Kalteng dan Jateng, di Aula Kantor Bupati Kobar, Rabu (22/4/2015).

Seusai rapat koordinasi kemarin, tim teknis dari Kalteng dan Jateng, juga melakukan peninjauan dua alternatif lokasi landing point kabel bawah laut. Yakni di Tanjung Penghujan Kobar, Rabu (22/4/2015) dan di Tanjung Selaka, Sukamara, Kamis (23/4/2015).
(RD/B-2)

Sumber : http://www.borneonews.co.id/berita/15176-atasi-krisis-investor-bangun-pltu-raksasa