Pembangunan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 Digarap Tenaga Lokal

Jepara – Pembangunan PLTU Tanjung Jati B Unit 5 dan 6 PT Central Java Power (CJP) menyerap 71 persen tenaga kerja lokal. Angka tersebut lebih banyak dari dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang hanya 30 persen.

Site General Manager PT CJP, Junichi Tanimoto, menuturkan tenaga kerja lokal yang terserap merupakan warga lingkungan yang terdampak. Yakni dari Desa Tubanan, Balong, Kaliaman, dan Kancilan di Kecamatan Kembang. Serta warga Desa Jeruk Wangi, Kedung Leper, Wedelan, dan Bondo di Kecamatan Bangsri. Kemudian warga Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo. Pembangunan Unit 5 dan 6 ditargetkan rampung dalam waktu 56 bulan, terhitung mulai April 2017. Jumlah tenaga kerja akan menyusut jelang operasional hingga saat pengoperasian instalasi yang dikelola oleh PT Bhumi Jati Power (BJP).

“Proses pembangunan baru mulai pada tahap dasar. Dan melibatkan 1.348 tenaga kerja lokal. Tenaga asing ada 22 orang,” ujar Tanimoto, Kamis (20/7/2017).

Manager PT CJP, Bambang Wijanarko, menambahkan operasional unit 5 dan 6 akan dipegang PT CJB. Hal ini berbeda dengan unit 1, 2, 3, dan 4, setelah selesai pembangunan operasionalnya langsung diserahkan ke PT PLN (Persero). “Keseluruhan proses produksi listrik dan operasional di dalam pembangkitan, termasuk batu bara, menjadi tanggungan PT CJP. Setelah 25 tahun, Unit 5 dan 6 menjadi aset PT PLN,” jelas dia. Berdasarkan jadwal proyek konstruksi, PT PLN sudah harus membangun transmisi 500 KV dari pembangkit hingga Ungaran pada April 2019.

Sumber : https://news.detik.com/jawatengah/3567773/pembangunan-pltu-tanjung-jati-b-unit-5-dan-6-digarap-tenaga-lokal